Bandung, Blackkopinews.com – Saya tak ingin menyerah hanya karena keadaan. Dari dapur kecil inilah saya ingin keluarga saya bisa kembali berdiri dengan mandiri”, Ungkap syukur Bu Aas Siti Sahiyah 21 Oktober 2025.
Kabar inspiratif datang dari Bu Aas Siti Sahiyah, warga Kampung Babakan Ciparay RT 01 RW 06, Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. Dulu, Bu Aas hidup dalam keterbatasan setelah sang suami terkena PHK. Dengan semangat pantang menyerah, ia berinisiatif membantu perekonomian keluarga lewat usaha rumahan — membuat rempeyek renyah yang kini jadi andalan keluarganya. Sementara sang suami bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, Bu Aas terus berjuang agar dapur tetap ngebul.

Perjalanan Bu Aas mulai berubah ketika ia bergabung dalam Program Bikin Mandiri Rumah Zakat. Melalui program ini, ia tak hanya menerima bantuan modal usaha, tetapi juga pembinaan berkelanjutan dari Relawan Inspirasi Rumah Zakat. Dalam prosesnya, Bu Aas belajar mengatur keuangan, menjaga kualitas produk, dan memperluas jaringan pemasaran. Pendampingan ini membuat usahanya semakin berkembang dan berdaya saing.
Rumah Zakat juga membantu membuka akses pasar bagi produk Bu Aas. Berkat upaya tersebut, sejak Juli 2025, peyek renyah buatannya kini bisa ditemukan di beberapa toko oleh-oleh di wilayah Kabupaten Bandung. Cita rasa gurih dan kerenyahannya membuat banyak pelanggan ketagihan. Langkah ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju pasar yang lebih luas.

Kini, omzet penjualan Bu Aas melonjak dari semula Rp1.500.000 per bulan menjadi sekitar Rp8.000.000 per bulan. Dari yang dulu seorang mustahik penerima manfaat, Bu Aas kini tumbuh menjadi seorang muzakki yang siap berbagi keberkahan dengan sesama. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa dengan semangat, ketekunan, dan pendampingan yang tepat, mustahik bisa benar-benar mandiri dan memberi manfaat kembali bagi banyak orang.
Liputan khusus ; Giat Relawan/Imas
Editor : Apep sae,