Bandung, Blackkopinews.com – Bu Susi Sadiyah, warga Kampung Bojong Sari RT 01 RW 05 Desa Mekarsari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, adalah sosok perempuan tangguh yang kini dikenal sebagai pengrajin telur asin sukses. Sebelum bergabung dalam program ekonomi Rumah Zakat, Bu Susi merupakan seorang mustahik yang berjuang keras memenuhi kebutuhan keluarga dari hasil usaha kecil-kecilan di rumahnya 21 Oktober 2025.

Melalui intervensi program Bantuan Kewirausahaan (BURSA) Rumah Zakat, Bu Susi mendapat pendampingan dan bantuan modal usaha untuk mengembangkan produksi telur asinnya. Tak hanya itu, pada tahun 2024 ia juga memperoleh pendampingan digital marketing untuk memperluas jangkauan pemasaran. Kini, pelanggan “Susi Telor Asin” telah meluas hingga ke berbagai daerah seperti Ciparay, Majalaya, Solokanjeruk, bahkan sampai ke Kota Bandung. “Saya tidak menyangka, dulu hanya jual ke tetangga, sekarang pesanan datang dari luar daerah,” ungkap Bu Susi dengan senyum bangga.

Awalnya, telur asin hasil rebusannya hanya bisa dijual kepada teman dan keluarga terdekat. Namun berkat ketekunan dan pembinaan dari Rumah Zakat, Bu Susi mampu meningkatkan kualitas produknya hingga kini dapat merebus sekitar 2000 butir telur asin setiap minggu. Telur asin buatannya dijual dengan harga Rp3.000 per butir untuk reseller dan Rp3.500 untuk non-reseller, menjadikannya peluang usaha yang menarik bagi banyak pelanggan. Kini, wacana terbaru menunjukkan bahwa telur asin produksi Bu Susi mulai dilirik untuk menjadi bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh salah seorang koordinator SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di wilayahnya.
Berkat kerja keras dan keberkahan program Rumah Zakat, Bu Susi kini tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mulai belajar bersedekah dan berzakat sebagai bentuk rasa syukur atas perubahan hidupnya. Ia mencontohkan semangat seorang penerima manfaat yang kini mampu berbagi dengan sesama.
Kisah Bu Susi menjadi bukti nyata bahwa dengan pendampingan yang tepat dan semangat pantang menyerah, seorang mustahik bisa naik kelas menjadi muzakki. Ia berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang dapat merasakan manfaat program pemberdayaan ekonomi seperti yang telah ia jalani bersama Rumah Zakat.
Liputan khusus : Giat Relawan/Imas
Editor : Apep sae,