Bandung, Blackkopinews.com – Bermula dari keprihatinan melihat susu sapi yang mudah basi, Pak Sarip Hidayat, warga Kampung Rajadesa RT 03 RW 16 Desa Cipaku, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, mulai bereksperimen memanfaatkan susu segar menjadi produk yang lebih tahan lama dan bernilai jual tinggi. Dari proses sederhana memanaskan susu di suhu tertentu, menambahkan bakteri khusus, hingga memfermentasikannya menjadi yoghurt manis, perjalanan usahanya dimulai sejak tahun 2010,21 Oktober 2025.

Dulu, usaha yoghurt hanya menjadi kegiatan sampingan. Namun berkat intervensi dan bantuan modal usaha dari Rumah Zakat, usaha Pak Sarip terus berkembang. Kini, ia mampu memproduksi hingga 10.000 stik minuman yoghurt per bulan dengan omzet mencapai Rp16 juta. Dari yang semula berpenghasilan Rp3 juta, kini ia tak hanya mandiri secara ekonomi, tapi juga telah menjadi muzakki, sosok yang memberi manfaat bagi orang lain.

“Saya nggak pernah menyangka kalau niat sederhana agar susu tidak terbuang bisa mengubah hidup saya. Terima kasih Rumah Zakat, sekarang saya bisa memberi, bukan hanya menerima,” ungkap Pak Sarip Hidayat penuh haru.

Liputan khusus : Giat Relawan/Imas

Editor : Apep sae,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *