Bandung, Blackkopinews.com – Dandi Saeful, warga Kampung Bojongrangkas, Desa Rancakasumba, terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam usahanya menjual dimsum yang telah digelutinya selama tiga tahun terakhir. Dari balik tenda merah sederhana, ia setiap hari menyajikan dimsum hangat yang menjadi sumber penghidupan keluarganya.
Perubahan besar mulai dirasakan setelah ia resmi menjadi penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA, kolaborasi Rumah Zakat dan Kementerian Agama, sejak pertengahan tahun ini.

Melalui program tersebut, Dandi mendapatkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari tambahan modal, pelatihan motivasi usaha, pendampingan pencatatan keuangan, hingga bantuan branding untuk memperkuat identitas produknya. Pembinaan ini mengubah cara Dandi mengelola usaha. Jika sebelumnya pencatatan keuangan masih tidak teratur, kini ia mulai menerapkan laporan yang rapi untuk memantau perkembangan usahanya.
Hasil pendampingan terlihat jelas dari peningkatan omzet. Saat awal bergabung dalam program, omzet Dandi berada di kisaran Rp1,5 juta per bulan. Kini, setelah menerapkan ilmu yang didapat dan meningkatkan kualitas layanan, omzetnya naik bertahap hingga mencapai Rp4 juta pada bulan ini.

Peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa usaha mikro dapat berkembang pesat ketika dibekali pendampingan yang tepat dan dikelola dengan disiplin.
“Saya sangat bersyukur ikut program ini. Dulu saya hanya fokus jualan tanpa tahu cara mengelola usaha. Sekarang alhamdulillah lebih paham pencatatan, lebih semangat, dan omzet pun naik. Semoga usaha dimsum ini terus maju dan bisa membantu ekonomi keluarga,” ujar Dandi.
Kisah Dandi menjadi inspirasi bahwa kerja keras yang dibarengi proses pembinaan dapat membuka peluang usaha yang lebih baik dan berkelanjutan.
Liputan khusus : Giat Relawan/Imas M
Editor : Apep sae,