Bandung, Blackkopinews.com – Pak Adi Kusmawan, warga Kampung Jongor RT 02 RW 12 Desa Sarimahi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung Jawa Barat, pernah mengalami masa sulit saat terkena PHK di masa pandemi. Dari keterpurukan itu, ia bertekad untuk bangkit dengan berwirausaha. Berawal dari keinginannya menjual tahu Sumedang, Pak Adi kemudian mencoba berinovasi dengan membuat tahu walik bumbu rujak, camilan gurih dan pedas yang langsung menarik perhatian banyak orang. Siapa sangka, ide sederhana itu menjadi pintu pembuka kesuksesan barunya 21 Oktober 2025.

Pada tahun 2025, Pak Adi mendapatkan bantuan kewirausahaan (BURSA) dari Rumah Zakat. Dukungan ini menjadi titik balik bagi perkembangan usahanya. Jika sebelumnya ia hanya mampu memproduksi sekitar 40 pack per hari, kini produksinya meningkat hingga 100 pack tahu walik bumbu rujak dengan harga jual Rp20.000 per pack. Produk Pak Adi bahkan kini telah masuk ke beberapa kafe di Bandung, menandakan bahwa cita rasa khas buatannya semakin diminati pasar. “Saya tidak menyangka, dari dapur kecil di rumah bisa berkembang sejauh ini. Bantuan Rumah Zakat benar-benar membuka jalan baru untuk usaha saya,” ungkap Pak Adi penuh syukur.

Berkat semangat dan pendampingan dari Rumah Zakat, kini Pak Adi Kusmawan telah bertransformasi dari seorang mustahik menjadi muzakki. Ia bukan hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mulai berperan memberi manfaat bagi orang lain. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa dari kesulitan bisa lahir peluang besar, asalkan diiringi tekad, doa, dan kerja keras.

Liputan khusus : Giat Relawan/Imas

Editor : Apep sae,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *